Episode 1

Kutilang terbang melintas jalan

Tak peduli lagi ia pada kebisingan

Di antara asap dan daun damar yang belepotan kacau

Dan cemara rontok, bagai jati kena kemarau

Kutilang terbang melintas taman

Tak peduli lagi ia pada sampah yang bertebaran

Bau busuk, kolam berjuta kenangan

Orang-orang tenggelam, dalam ketakpedulian

Kutilang terbang melintas, di kampus “perjuangan”

Singgah sebentar di gedung-gedung batu nisan

Pesan pejuang, disini kita kehabisan

Sisakan budak, tukar hidupnya dengan uang

Kutilang kembali melintas terbang

Dalam pikirku yang kian mengawang

(Catatan 30 Agustus 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: