Analisis Sistem Gerak: Tikus dan Manusia

Pada manusia sistem geraknya disokong oleh tiga sistem yaitu : sistem rangka, sistem otot dan sistem saraf. Rangka pada manusia dibedakan menjadi dua yaitu rangka aksial dan rangka apendicular. Rangka aksial meliputi tulang tengkorak, tulang belakang dan tulang dada.  Rangka apendikular  merupakan rangka anggota gerak yang meliputi tulang anggota gerak atas (tangan dan penghubung dengan rangka aksial) dan tulang anggota gerak bawah (kaki dan penghubungnya dengan rangka aksial). Berbeda dengan rangka pada tikus pada rangka manusia, tulang belakangnya berbentuk S yang berguna untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh (akibat posisi rangka yang vertical). Selain itu tengkorak  manusia juga lebih besar, bagian muka lebih datar dan berbentuk lebih bulat. Hal tersebut berguna untuk menyokong volume otak berukuran paling besar diantara animalia yang lain (relative terhadap ukuran tubuh). Pada manusia, sumsum tulang belakang keluar dari tengkorak melalui foramen magnum (yang berada pada bagian bawah tengkorak) dan menjulur sepanjang tulang belakang melalui lubang pada ruas-ruas tulang belakang yang disebut vertebral foramen.  Sedangkan pada tikus dan sebagian hewan berkaki empat lainnya, sumsum tulang belakang keluar dari bagian belakang tengkorak (karena posisi tubuhnya yang horizontal) dan menjulur sepanjang tulang belakang yang berada  pada bagian dorsal tubuh. Perbedaan lain yang terdapat pada sistem rangka antara tikus (hewan tulang belakang) dengan manusia adalah tulang pinggul pada manusia lebih bundar lebih pendek dan lebih vertikal sedangkan pada tikus, bentuk pinggulnya lebih lebih lebar dan berbentuk lebih horizontal. Struktur tersebut dikarenakan fungsinya (pada tikus) sebagai tempat embrio (pada hewan betina) saat melahirkan dimana saat melahirkan, tikus dapat melahirkan lebih dari 1 anak sekaligus. Selain itu struktur anggota gerak atas (tangan) pada manusia berbeda dari tikus karena berfungsi untuk mengengam. Pada struktur anggota gerak bawah (kaki) lututnya relatif lebih besar dan berfungsi untuk meredam gaya-gaya yang bekerja pada saat berjalan. Bentuk rongga dada yang dibentuk oleh tulang rusuk juga berbeda. Pada manusia, rongga dada melebar ke samping, sedangkan pada tikus, rongga dada melebar ke arah ventral.

Pada tikus dengan pergerakan quadropedal, rangkanya berorientasi horizontal dengan bagian atas disebut bagian dorsal, bagian bawah adalah ventral, bagian depan yang menghadap muka disebut anterior dan bagian belakang yang mengarah ke ekor adalah bagian posterior.

Secara umum rangka pada tikus dan manusia (animalia) terdiri dari dua jenis yaitu tulang dan rawan. Tulang disusun oleh sel-sel tulang dengan banyak matriks dan serabut kolagen serat kalsium dan fosfat yang membuat strukturnya lebih kompak.  Rawan tersusun lebih banyak serabut kolagen.

Sama dengan tikus dan animalia lainnya, dalam bergerak, tubuh juga disokong oleh struktur otot. Otot pada animalia dibagi menjadi tiga yaitu : otot polos, otot rangka dan otot jantung. Organ yang memiliki otot polos adalah organ yang bergerak tanpa disadari dan bersifat terus menerus. Contohnya adalah otot pada saluran pencernaan (usus,lambung dll). Pada otot polos terdapat satu inti sel disetiap selnya. Otot rangka adalah otot yang menempel pada rangka badan dan pergerakkannya dapat disadari sesuai keinginan. Dalam bergerak otot rangka dilengkapi oleh dua rantai filament aktin/filament tipis dan banyak rantai filament myosin/filament tebal. Otot rangka berbentuk seperti serabut dengan banyak inti yang terletak di tepi. Otot jantung adalah otot yang membangun jantung dengan kerja yang tidak disadari dan bersifat terus-menerus. Bentuk otot jantung berupa serabut dan mempunyai percabangan. Setiap satu sel otot jantung terdapat satu inti sel dimana setiap selnya dibatasi oleh plat yang disebut keping interkalar. Pada setiap sel otot terdapat banyak mitokondria dan paling banyak terdapat pada otot rangka. Hal ini berhubungan dengan fungsinya sebagai penghasil energi untuk melakukan kerja.

Selain dua sistem diatas, dalam bergerak, tubuh juga disokong oleh sistem saraf. Berbeda dengan cacing, pada animalia (tikus dan manusia), sistem sarafnya dibagi menjadi dua yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf tepi dibagi menjadi dua komponen fungsional yaitu sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom. Sistem saraf somatis  membawa sinyal dari dan ke otot rangka dan biasannya berperan pada stimulus eksternal (refleks). Sistem saraf otonom meregulasi lingkungan internal dengan mengontrol pergerakan otot polos dan otot jantung serta organ disgestif, kardiovaskular, ekskresi dan sistem endokrin. Sistem saraf otonom dibagi lagi menjadi dua yaitu simpatis dan parasimpatis. Sistem simpatis dan parasimpatis bekerja berlawanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: