Sistem Integumen

1. Sistem Proteksi dan Termoregulasi oleh Kulit

Fungsi utama dari kulit adalah sebagai pelindung tubuh atau protektor. Kulit merupakan benteng pertahanan pertama dari berbagai ancaman yang datang dari luar, seperti bakteri. Sel-sel langerhans yang terdapat dalam lapisan kulit epidermis kulit merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Mikroba yang masuk ke dalam tubuh harus menembus rintangan eksternal yang dibentuk oleh kulit dan membran mukosa, yang menutupi permukaan dan melapisi pembukaan pada tubuh seekor hewan. Karena itulah, kulit dan membran mukosa merupakan rintangan nonspesifik pertama pada tubuh hewan.

Kulit yang masih utuh merupakan rintangan yang secara normal tidal dapat ditembus oleh bakteri atau virus, meskipun goresan yang sangat kecil sekalipun memungkinkan masuknya mikroorganisme tersebut. Selain perannya sebagai rintangan fisik, kulit dan membran mukosa juga menghadapi patogen dengan pertahanan kimiawi.

Pada manusia, misalnya, sekresi dari kelenjar minyak dan kelenjar keringat akan memberikan pH kulit sekitar 3-5, yang cukup asam untuk mencegah kolonisasi oleh banyak mikroba. (Bakteri yang merupakan flora normal kulit telah beradaptasi untuk hidup pada lingkungan asam yang relatif kering tersebut). Kolonisasi mikroba juga dihambat oleh aktivitas pencucian  yang dilakukan oleh air liur (saliva), air mata dan sekresi mukosa yang secara terus-menerus membasahi permukaan epielium yang terpapar. Selain itu, semua sekresi tersebut mengandung protein antimikroba. Salah satu protein yang melindungi tersebut adalah lisozim, yaitu enzim yang mampu mencerna dinding sel dari banyak jenis bakteri sehingga merusak berbagai jenis bakteri yang memasuki saluran respirasi bagian atas dan pembukaan di sekitar mata..

Mukus yang dihasilkan membran mukosa juga menjerat mikroba dan partikel lain yang mengadakan kontak dengannya. Di trakea, sel epitelium bersilia menyapu keluar mukus dengan mikroba yang terjerat di dalamnya, sehingga mencegah mikroba memasuki paru-paru.

Kulit memiliki empat lapisan utama yaitu epidermis, dermis dan subkutan. Epidermis sebagai bagian terluar berfungsi untuk melindungi bagian di bawahnya. Lapisan ini juga masih terbagi menjadi beberapa bagian. Lapisan yang paling bawah berfungsi untuk meregenerasi lapisan di atasnya (dalam waktu kurang lebih 4 minggu).

Termoregulasi adalah pemeliharaan suhu tubuh di dalam suatu kisaran tertentu yang menyebabkan sel tubuh mampu berfungsi secara efisien. Terdapat empat proses fisik utama yang bertanggung jawab atas perolehan panas dan kehilangan panas. Keempat proses ini secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan sistem integumen.

Faktor pertama adalah konduksi yang merupakan perpindahan langsung gerakan termal antara molekul permukaan tubuh, dalam hal ini kulit dengan molekul lingkungan. Yang kedua adalah konveksi yang merupakan perpindahan panas melalui pergerakan udara atau cairan melewati permukaan tubuh, yang dalam hal ini juga kulit, seperti ketika tiupan angin menghilangkan panas di permukaan tubuh hewan berkulit kering. Ketiga, radiasi yang merupakan pancaran gelombang elektromagnetik yang dihasilkan semua benda yang lebih panas. Hewan dapat menyerap dan atau melepas energi dalam bentuk radiasi juga melalui permukaan tubuhnya. Yang terakhir adalah eveporasi atau penguapan. Evaporasi sudah barang tentu hanya bisa dilakukan melalui permukaan tubuh yang paling luar (kulit) sehingga panas dapat keluar melalui penguapan molekul cairan tubuh. Evaporasi adalah proses pendinginan yang paling signifikan efeknya dalam tubuh hewan.

Secara fisiologis, hewan ektotermik yang sangat bergantung pada lingkungan sebagai partner pertukaran panas tentu juga sangat bergantung kepada kulit sebagai bagian dari sistem integumennya. Namun, bukan berarti hewan endotermik tidak cukup bergantung pada fungsi termoregulasi kulit. Hewan endotermik juga memanfaatkan keempat faktor fisik yang bisa membantu termoregulasi tersebut. Yang membedakannya adalah mengenai bagaimana cara mendapatkan panas atau sumber panas utamanya.

Termoregulasi juga melibatkan penyesuaian fisiologis dan perilaku hewan.

Yang pertama adalah bagaimana menyesuaikan laju pertukaran panas antara tubuh dengan lingkungan. Sebagai suatu sistem terbuka, tubuh pasti melakukan mekanisme ini. Insulasi tubuh seperti rambut, bulu dan lemak yang terletak persis di bawah kulit mengurangi proses hilangnya panas dari tubuh hewan. Selain itu, hewan juga dapat mengatur jumlah darah yang mengalir ke kulitnya. Peningkatan aliran terutama disebabkan oleh vasodilatasi (peningkatan diameter pembuluh darah superficial). Sinyal saraf umumnya menyebabkan relaksasi otot dinding pembuluh darah dan membuat darah lebih banyak mengalir. Hal ini meningkatkan pemindahan panas ke lingkungan melalui keempat proses fisik yang telah dijelaskan sebelumnya. Hal yang sebaliknya akan terjadi jika tubuh melakukan mekanisme vasokonstriksi.

Yang kedua adalah pendinginan melalui kehilangan panas evaporatif. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, hewan dapat menghilangkan panas tubuh melalui evaporasi via permukaan kulit.

Intinya, sebagai organ termoregulasi, kulit memiliki peran yang sangat penting. Jaringan adiposa dan rambut/bulu membantu menginsulasi tubuh. Mekanisme pertukaran panas juga dapat diatur melalui vasodilatasi dan vasokonstriksi. Kelenjar keringat di bawah kontrol saraf adalah media pendinginan melalui evaporasi yang paling utama.

2. Kelainan pada Kulit

Lesi Primer

Makula

Hal ini merupakan perubahan dalam warna kulit. Mereka bervariasi dalam ukuran dan bentuk, dan tampak sebagai pewarnaan pada kulit. Makula dibentuk dari :

0         Deposit pigmen dalam kulit, misalnya frekles.

1         Keluarnya darah kedalam kulit, misalnya petekie.

2         Dilatasi permanen dari pembuluh kapiler, misalnya nevi.

3         Dilatasi sementara dari pembuluh darah kapiler, misalnya eritema.

Papula

Terdapat elevasi yang dapat diraba dari kulit yang bervariasi diameternya dari sekitar 1-5 mm. Permukaan dapat tajam, bulat atau datar. Mereka terletak superficial dan dibentuk dari proliferasi sel atau eksudasi cairan ke dalam kulit.

Nodul

Ini serupa dengan papula tetapi terletak lebih dalam. Mereka bervariasi dalam ukuran dan biasanya lebih besar dibandingkan papula. Contoh daro nodul subkutan adalah nodul rematisme akut.

Vesikel

Vesikel merupakan lepuh kecil yang dibentuk dengan akumulasi cairan dalam epidermis ; mereka biasanya diisi dengan cairan serosa dan ditemukan pada anak-anak yang menderita eksema.

Bula Atau Pustula

Bula merupakan vesikel besar yang mengandung serum, pus atau darah. Mereka ditemukan misalnya pada pemfigus neonatorum.

Gelegata

Gelegata merupakan elevasi sementara kulit yang disebabkan oleh edema dermis dan dilatasi kapiler sekitarnya. Biasanya berkaitan dengan respon alergi terhadap bahan asing.

Lesi Sekunder

Skuama

Skuama merupakan lapisan tanduk dari epidermis mati yang menumpuk pada kulit yang dapat berkembang sebagai akibat perubahan inflamasi. Keadaan ini ditemukan pada psoariasis.

Krusta

Ini terbentuk dari serum, darah atau nanah yang mengering pada kulit. Masing-masing dapat dikenal dengan warna berikut : merah kehitaman (krusta darah), kuning kehitaman (krusta nanah), berwarna madu (krusta serum).

Fisura

Ini merupakan retakan kecil yang meluas melalui epidermis dan memaparkan dermis. Mereka dapat terjadi pada kulit kering dan pada inflamasi kronik.

Ulkus

Ulkus merupakan lesi yang terbentuk oleh kerusakan lokal dari seluruh epidermis dan sebagian atau seluruh korium di bawahnya.

PENYAKIT KULIT
EKSEMA INFANTIL dan MASA KANAK-KANAK

Eksema merupakan istilah yang menguraikan setiap dematosis inflamatoar yang khas dengan adanya eritema, papula, vesikula, cairan, krusta dan skuama pada berbagai fase resolusi. Keadaan ini melibatkan epidermis dan lapisan vaskuler kulit.

Inflamasi disebabkan oleh beberapa iritan dalam tubuh yang menimbulkan erupsi. Ini berasal dari kapiler. Kasus yang ringan hanya terdapat eritema dan skuama tetepi seringkali terdapat vesikula dan keadaan basah (weeping wells).

Tampaknya terdapat faktor herediter yang kuat dan kondisi ini kambuh sepanjang hidup. Keadaan ini juga diduga merupakan penyakit alergi. (Suatu alergi didefinisikan sebagai perubahan reaksi jaringan pada individu tertentu pada paparan terhadap bahan yang dalam jumlah yang sama, tidak menimbulkan apa-apa pada yang lain). Mekanisme yang terlibat diduga adalah sebagai berikut :

Terdapat pembebasan histamin, suatu bahan yang kuat yang menyebabkan kontraksi otot polos, dilatasi kapiler dan penurunan tekanan darah

Pembebasan bahan lain, misalnya, asetil kolin

Reaksi antara alergen dan suatu antibodi

Eksema jarang timbul sebelum bulan kehidupan kedua dan ketiga dan sebagian kasus hilang secara spontan pada ulang tahun kedua dan ketiga. Lebih sering terjadi pada bayi yang diberi makanan buatan dibanding pada bayi yang diberi ASI.

Gambaran Klinik

Lesi kulit pada awalnya tampak pada pipi, dahi dan kulit kepala, tetapi juga ditemukan pada permukaan fleksor dari lengan dan tungkai. Pada akhirnya mereka menyebar pada seluruh permukaan kulit. Hal ini sangat gatal dan sebagian besar perubahan kulit timbul akibat menggaruk, menggosok dan ekskoriasi.

Impetigo

Impetigo merupakan infeksi stafilokokus, mulai sebagai lepuh kecil yang mengering dengan cepat untuk membentuk suatu skab dengan sebaran tepi yang mertah basah. Pada neonatus ditemukan sebagai pemfigus neonatorum yang nyata bulosa. Pemfigus neonatorum merupakan penyakit yang harus dilaporkan di Inggris.

PSORIASIS

Diagnosis dengan inspeksi tidak sukar. Keadaan ini merupakan penyakit fungsional yang cenderung diwariskan.

Gambaran Klinik

Masing-masing lesi berbatas jelas. Berwarna merah salmon dipengaruhi oleh tumpukan sisik keperakan. Terutama mengenai siku-siku, lutut dan kulit kepala, tetapi dapat terjadi dimanapun. Kondisi ini dapat dicetuskan oleh infeksi seperti tonsilitis ; stres emosi tampaknya juga terdari sebagai faktor predisposisi.

SCABIES

Scabies disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei. Betina yang hamil bersarang dalam lapisan tanduk dari epidermis. Di sini ia bertelur beberapa butir setiap hari yang menetas mengeluarkan banyak pinjal muda yang makan dalam orifisium dari glandula skretoris.

Sarang tampak sebagai garis putih dengan tepi yang tidak teratur, pada akhir sarang ini terdapat tempat pinjal. Sarang ditemukan pada lipatan, antara jari-jari, pada genitalia dan pada muka bayi.

Kondisi ini ditularkan oleh kontak yang intim dan cenderung mengenai seluruh keluarga.

Gambaran Klinik

Gatal merupakan tanda utama dan pada pemeriksaan gambaran di atas akan ditemukan. Garukan menyebabkan pendarahan dan infeksi tumpang tindih dengan penyakit ini.

AKNE

Akne merupakan penyakit dari folikel sebasea yaitu folikel yang mempunyai glandula sebasea yang banyak dan tidak mempunyai bulu. Arpertura dari glandula sebasea terblokir oleh sumbat tanduk (blackheads) dan terdapat retensi dari sebum yang diubah oleh organisme yang menimbulkan inflamasi pada jaringan sekitarnya. Keadaan ini menimbulkan pembentukan pustul dan abses yang menyebabkan parut. Kondisi ini mempengaruhi remaja muda sehingga menyebabkan perasaan malu dan tidak senang.

KELAINAN KONGENITAL

Bayi lahir dengan kelainan struktural. Beberapa dapat nyata sejak lahir yang lain timbul segera setelah lahir. Baik lapisan epidermal dan dermal dapat terkena.

Kelainannya lapisan epidermal termasuk papilomata, lesi makuler berpigmen dan ini dapat berkaitan dengan moles atau naevi berambut yang berpigmen secara luas. Pada dermis dapat ditemukan fibromata, neuromata dan lipomata. Walaupun demikian, nevi vaskuler lebih sering ditemukan dan ini termasuk :

0         Spider naevus. Ini merupakan dilatasi dari arteriole kecil dan percabangan kapilernya. Seringkali hilang secara spontan dengan diatermi atau fenol ; fenol diberikan dengan alat yang runcing.

1         Noda Port-wine. Ini merupakan makula berwarna merah tua atau ungu. Merupakan dilatasi difus dari semua kapiler normal pada jaringan yang terkena. Dapat juga melibatkan organ dibawahnya, seperti mata dan otak. Tidak ada pengobatan untuk hal ini, tapi dapat digunakan penutupan secara kosmetik.

2         Hemangioma strawberi. Lesi ini sering ditemukan saat lahir. Tampak sebagai nodul seperti karet, merah dengan permukaan yang kasar. Melibatkan unsur kapiler maupun vena. Hemangioma strawberi biasanya hilang sendiri, meninggalkan kulit yang kendor dan jarang sekali diperlukan terapi.

Daftar Pustaka

Campbell, et al. 2006. Biology Concepts and Connections. New York: McGraw Hill.

Sacharin, R.M. (1986) Principles of Paediatric Nursing. London:Churchill Livingstone.

Sumber lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: