Hobby: Falling in Love

Jatuh cinta.

Jatuh cinta itu … ntah lah apa definisinya. Tapi, yang jelas, bisa berkali-kali aku jatuh cinta setiap harinya. Jatuh cinta pada buah pepaya yang dagingnya tebal warna merah dan manis gak ketulungan. Atau jatuh cinta pada aroma hutan pinus yang segarnya bisa membumbungkan seluruh isi jiwa hingga ke angkasa raya.

Jatuh cinta, setiap detikpun, bisa.

Tapi tak setiap waktu. Aku yang sangat hobi jatuh cinta ini, bangkit dan berjuang untuk mengumpulkan setiap kepingan keajaiban yang mampu membuatku jatuh tersungkur dan sempoyongan.

Jatuh cinta.

Kadang terasa lucu. Ketika akhirnya aku merasa harus bangkit, kenapa harus untuk hal macam dia? Untuk keajaiban macam dia?

Bukan karena dia yang terbaik di antara semua makhluk yang aku pandang ada.

Bukan karena menurutku dia sempurna.

Tapi lebih karena … keajaibannya tak pernah bisa membuatku bertahan memalingkan muka lebih lama dari ungkapan “sekejap mata”.

Karena semua yang kupandang ketika aku berpaling pun, pada akhirnya hanya aku bandingkan dengan dia. Selalu menjadikannya tolak ukur segala. Selalu dia, dan dia.

Meski kini, aku menjadi lebih merasa ringan meskipun mungkin ku takkan berhasil mengumpulkan keseluruhan kepingan. Menyusun dengan lengkap semua puzzle keajaiban. Namun tetap … dia adalah sesuatu yang akan selalu ada.

dalam tiap hembusan nafas dan gelora jiwa.

Hingga aku benar-benar padam dan menjadi tiada.

“Karena tak ada keajaiban yang seindah kau, Cinta.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: