Episode 10

PURNAMA

 

Dua puluh delapan purnama

Berpaling ia, dari fajar yang menjelma

Kau, dan angkara

Api kebekuan hanguskan jiwa

 

Dua puluh delapan purnama

Palingkan wajah, dari takdir yang berdusta

Kau, dan sang makna

Serta waktu yang merenggut jiwa

 

Dan bertahtalah sang raja

Di antara pilar-pilar tua cakrawala

Menatap bisu, pada isi tiap-tiap jiwa

 

Tatap yang menerangi

Hingga tiada dapat kau melihat lagi

Sinar yang menghakimi

Benderang pemula perang di hari ini

 

“Karena senyummu sembilu”

“Merona manis tibakan pilu”

Bela mentari,

Di ujung senja sembari pergi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: